jump to navigation

Generasi Kedua Al Qaeda 1 Juli 2008

Posted by solobook009 in Buku baru.
trackback

Judul : Generasi Kedua Al Qaidah
Penerbit : Jazeera
Harga : 40.000

Iraq benar-benar menjadi Negeri 1001 Malam Petaka bagi AS. Tak hanya menjelma ladang jihad yang subur, invasi tersebut juga menyebabkan AS dilanda krisis politik dan ekonomi paling buruk sepanjang sejarah. Begitu parahnya, mengingatkan kita akan detik-detik keruntuhan Soviet setelah gagal menganeksasi Afghanistan.

Namun, tak banyak yang tahu mengapa negeri—yang mengaku—adidaya tunggal itu, tiba-tiba mandul tak berdaya. Tak banyak yang mengupas apa penyebab utama kegagalan invasi AS kali ini. Meski sering tersebut sebagai simbol perlawanan kaum Sunni di Iraq, tak banyak literatur yang menyibak bagaimana Al-Qaidah merintis perlawanan, menuai kesuksesan untuk kemudian menggapai cita-cita tertinggi mereka; menegakkan pemerintahan Islam sedunia.

Buku ini termasuk literatur langka. Mengupas kiprah Al-Qaidah dalam melakukan perlawanan melawan Kristen-Yahudi Internasional, dari sudut pandang sosok Abu Mus’ab Al-Zarqawi, simbol perlawanan Mujahidin di Iraq. Apa dan siapa Zarqawi? Bagaimana “fusi”nya dengan Al-Qaidah kemudian menjelma menjadi formula perlawanan yang tak terpatahkan oleh negara adidaya sekuat AS sekalipun? Apa rencana besar Al-Qaidah dalam mewujudkan cita-cita utamanya? Buku ini akan menjelaskan semuanya dengan penuturan yang lugas, namun penuh analisis-analisis menakjubkan!

Ditulis oleh seorang wartawan Yordania, Fuad Hussein. Dari sosoknya yang kurus dan sikapnya yang tenang, kita tidak akan menduga ia punya bahan cerita yang mengagetkan. Tapi 10 tahun yang lalu Fuad—yang tulisan-tulisannya tak selamanya menyenangkan raja—disekap pemerintah di Penjara Suwaqah. Di situlah ia tertemu dengan dua tahanan lain. Yang satu seorang Palestina, Abu Muhammad Al-Maqdisi. Yang lain Abu Mus’ab Al-Zarqawi.

“Kalaupun ada orang yang mungkin mengetahui kira-kira apa yang akan dikerjakan oleh Al-Qaidah, maka Fuad Hussein-lah orangnya. Jurnalis Yordania ini tidak hanya pernah menghabiskan waktu bersama Zarqawi, tetapi juga berhasil menghubungi banyak pemimpin jaringan ini.”(Der Spiegel Magazine, Jerman)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: